Senin, 25 Juni 2012

ELEGI CINTA


Elegi Cinta
Para pelaku :
1.      Jeffry
2.      Benny
3.      Dewi
4.      Lina
5.      Simon
6.      Yudi
7.      Indah
8.      Nathan
Seting: sebuah sanggar latihan drama lengkap dengan peralatan
BABAK I
ADEGAN I
SUASANA RUANG LATIHAN SANGGAR DRAMA. BEBERAPA PEMAIN NAMPAK SEDANG BERKUMPUL. ADA YANG MENGELUH, ADA YANG SEDANG MELAMUN, ADA YANG MARAH - MARAH ADA YANG SEDANG BERBINCANG-BINCANG DENGAN SERIUS.
TIBA - TIBA MASUK DARI SEBELAH KANAN PANGGUNG SEORANG PEMUDA YANG BERNAMA JEFFRY. PEMUDA LAIN SEGERA MENGHAMPIRINYA.
Dewi                 : Gimana Jef, hasilnya ?
Jeffry               : ( terdiam )
Yudi                : Iya Jef... Bagaimana ?? Ada kemajuan engga nich ??
Jeffry               : Entahlah. Malas aku membicarakannya.
Yudi                : Loh, Koq begitu jawabanmu Jef ??
Jeffry               : Habis aku harus bagaimana lagi. Sudah tidak ada lagi yang harus dibicarakan.
Dewi               : Maksudmu bagaimana ??
Jeffry               : Iya, tidak ada jalan lagi. Semua cara sudah dicoba
Dewi               : Jadi maksudmu................
Jeffry               : Ya seperti yang aku bilang tadi....
Nathan            : Sudahlah. Tidak perlu terlalu di besar - besarkan. Toch kita pun tahu bagaimana mereka. Sebaiknya kita mengalah saja. Untuk kepentingan kita juga.
Simon              : Tunggu dulu. Mengalah bagaimana maksudmu. Coba tolong jelaskan.
Nathan            : Ya.. Maksudku, kalau kita tetap berkeraspun tidak ada gunanya. Malah merugikan kita.
Simon              : Tidak bisa. Aku tetap tidak bisa menerima sikapnya. Kita harus berpegang pada prinsip kita. Iya toch. Iya Toch
Dewi               : Lalu kita harus bagaimana ??. Acara 17an sudah semakin dekat.
Yudi                : Benar. Waktu kita tinggal 2 minggu. Apakah kita tinggal diam saja ?
Jeffry               : Ya.. terserah kalian sajalah. Aku sebagai ketua sanggar ini sudah tidak berminat lagi untuk meneruskan proyek ini
Simon              : Bah! Bicaramu macam orang hilang harapan saja. Biar bagaimanapun, proyek ini harus tetap kita laksanakan.
Jeffry               : Ya kau hadapilah mereka - mereka itu.
Simon              : Akh. Kau macam tak kenal aku saja. Kalau aku yang hadapi mereka, bisa - bisa terjadi keributan besar.
Jeffry               : Nach, kau sendiri tahukan bagaimana kalau berurusan dengan mereka. Pokoknya aku sudah memutuskan untuk keluar dari proyek ini.
Dewi               : Jangan gitu , Jeff. Kita kan sudah lama merencanakan proyek ini. Masa mau dibubarkan begitu saja ??
Nathan            : Aku sependapat dengan Dewi. Sebaiknya kita jangan terburu - buru mengambil keputusan. Sebaiknya kita pikirkan dulu baik - baik.
Jeffry               : Apalagi yang harus dipikirkan ? Semuanya sudah jelas. Mereka tetap bersikeras dengan pendapat mereka.
Yudi                : Ya sudahlah kalau begitu. Kita tunda dulu latihan kita sampai keadaan kita memungkinkan. Bagaimana ?
Dewi               : Ya... aku sih setuju-setuju saja.
Simon              : Ach...aku tetap tidak setuju. Tapi.... kalau kalian memutuskan seperti itu, aku terpaksa ikut sajalah. Kau sendiri bagaimana ,Nathan ?
Nathan            : Ya. Aku rasa untuk sementara ,ini merupakan keputusan yang terbaik. Bukan begitu , Jeff ?
Jeffry               : Oke, aku setuju !
Dewi               : So, kapan kita kumpul lagi ?
Jefry                : Nanti aku hubungi kalian. Sekarang kalian boleh pulang dulu.
LALU MEREKA MEMBERESKAN TEMPAT LATIHAN . LAMPU BLACK OUT SLOWLY. JEFFRY DUDUK TERMENUNG. LALU MENGELUARKAN SEPUCUK SURAT DARI SAKUNYA. FULL BLACK OUT.
ADEGAN II
JEFFRY DUDUK SEORANG DIRI. CAHAYA REDUP. MUSIK MENGALUN DENGAN NADA-NADA MISTIRIUS. DI TANGAN JEFFRY TERDAPAT SEPUCUK SURAT. LALU MUNCUL LINA SEKRETARIS KOMISI KESENIAN.
Lina                 : Jeff, aku sungguh kecewa dengan sikapmu dalam rapat tadi. Sikapmu betul-betul tidak dewasa.
Jeffry               : Lho ! Memang aku tidak boleh menyampaikan pendapatku ?
Lina                 : Ya..... Tapi seharusnya sikapmu tidak begitu .
Jeffry               : Jadi kau membelanya ? Percuma saja selama ini aku mempercayaimu. Apakah karena kau sebagai sekretaris komisi kesenian, lalu kau mati-matian membelanya.
Lina                 : Aku tidak membela siapa-siapa.
Jeffry               : Lalu apa maksud kata-katamu tadi ?!!
Lina                 : Aku cuma ingin menyatakan ketidakpuasanku terhadap sikapmu tadi. Kalau kau tidak bisa menerimanya ya sudah . Tidak usah kita bicarakan lagi. Kau memang selalu mau menang sendiri.
Jeffry               : Lina ! kau jangan menuduh aku sembarangan !
Lina                 : Aku tidak menuduhmu. aku hanya bicara kenyataan.
Jeffry               : Sudahlah. Kau memang selalu maunya memojokkan aku saja.
Lina                 : Bukan begitu,Jeff. Aku tidak bermaksud memojokkanmu. aku hanya berharap supaya masalah ini dapat dibicarakan dengan baik-baik antara kau sebagai ketua sanggar drama dengan pihak komisi kesenian, khususnya dengan Benny.
Jeffry               : Aku rasa sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan dengannya. Bukankah semua itu sudah jelas seperti matahari di siang bolong. Aku dianggap tidak mampu mengurus sanggar.
Lina                 : Lho, Memangnya si Benny bicara apa padamu ?
Jeffry               : Ah....sudahlah. Aku sudah bosan menjelaskannya pada semua orang. toh semuanya sudah tahu duduk perkaranya. si Benny itu memang mau menjatuhkan diriku.
Lina                 : Aku rasa kamu terlalu terbawa oleh emosi. Coba tenangkan dirimu dulu,Jeff. Belun tentu Benny bermaksud demikian.
Jeffry               : Lina ! Aku heran dengan sikapmu itu. Kau selalu membelanya. Sepertinya.....
Lina                 : Jeff....! Sebenarnya aku.........
Jeffry               : Ah, sudahlah !! Aku mau pulang. Masih banyak urusan yang harus ku selesaikan.( langsung meninggalkan Lina)
Lina                 : Jeff....Jeffry !! Dengarkan dulu.....!!
BLACK OUT.
ADEGAN III
LINA MASIH BERDIRI TERMANGGU-MANGGU. BENNY MASUK.
Benny              : Hei,non ! Lagi ngapain ? Koq bengong saja !
Lina                 : Benny ! bikin kaget orang saja ! Aku lagi bingung,nih .....
Benny              : Bingung kenapa ?
Lina                 : Aku tidak tahu, Ben. Aku bingung dengan sikap Jeffry.
Benny              : Jeffry lagi, Jeffry lagi...., kenapa sih kita harus selalu membicarakannya. Mengapa tidak lebih baik membicarakan tentang kita...
Lina                 : Tentang kita.....? (TERHERAN-HERAN) Tentang kita bagaimana....?
Benny              : Yaaah.... (BERHATI-HATI) tentang persahabatan kita, tentang....
Lina                 : Ah, Benny, Benny.... ternyata kau masih saja egois. Yang kau pikirkan cuma diri sendiri....
Benny              : Maksudmu, egois bagaimana?
Lina                 : Coba kau pikir... 17an tinggal dua minggu lagi, Jeffry mengundurkan diri, semua rencana pementasan 17an menjadi berantakan, hanya gara-gara kau dan Jeffry tidak sepaham. Seharusnya kau segera mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah ini , tapi ini.... malah bicara tentang kitalah, tentang....
TIBA – TIBA DEWI MUNCUL
Dewi               : Eh, si Benny ! sedang apa kau, Ben ?
Benny              : Ah, tidak. Aku sedang membicarakan soal 17an dengan Lina.
Dewi               : Oh, begitu. Tapi bukankah sanggar kami sudah mengundurkan diri dari acara 17an ?
Benny              : Ah,masa ? ! Lin, bukankah kau tadi mengatakan hanya si Jeffry yang mengundurkan diri dari acara 17an dan bukan seluruh anggota sanggar drama .
Lina                 : Memang begitu kenyataannya. Kalau masalah seluruh anggota sanggar mengundurkan diri dari acara 17an, aku kurang begitu tahu.
Benny              : (Bingung) Huh ! Aku sudah duga. Memang si Jeffry itu orang yang tidak bertanggung jawab.
Lina                 : Jangan berprasangka buruk dulu, Ben! Kita harus menyelidiki terlebih dulu, mengapa si Jeffry sampai bersikap seperti itu?
Benny              : Alaaah... buat apa kita buang-buang waktu. Sudah jelas-jelas dalam rapat yang lalu, ia sendiri yang mengajukan pengunduran diri.
Lina                 : Tapi, sikapmu itu, Ben.. Sikapmu itu terlalu memaksa!
Benny              : Memaksa....?? Memaksa bagaimana?!
Dewi               : Lho, lho, memangnya ada apa sih? Kok kelihatannya gawat betul? Setahuku sih, Jeffry memang sudah tidak berminat dari mulanya, karena ada kesibukan kantor yang tidak bisa ditinggalkan....
Lina                 : Kok kamu tahu, Wi?
Dewi               : Eh...eh.., (lihat arloji) aduh, sorry nih... aku harus segera pulang... sudah janji dengan Mama mau ke Citra land... yuk, Wi, Ben... (OUT TERBURU-BURU).
.Benny             : Oke... aku juga sudah lapar nih. Ayo, Lin, pulang sama-sama!
Lina                 : Tidak usah, Ben. Aku masih ada urusan lain.
 Benny             : Oke deh kalau begitu. Sampai jumpa pada rapat hari Minggu.

ADEGAN IV
SIMON MENGHAMPIRI LINA YANG SEDANG DUDUK TERMANGU MEMIKIRKAN BAGAIMANA CARANYA MENDAMAIKAN JEFFRI DAN BENNY.
.Simon             : sedang apa kau lin? Memikirkan aku y?
Lina                 : ( kaget ) huh PD banget sih.
Simon              : habis kalo nggak mikirin aku mikirin sapa dong?
Lina                 : gini Mon, aku bingung sama beny dan jeffry. Sampai kapan mereka akan terus berselisih paham seperti ini. Padahal acara tinggal dua minggu lagi. Bagai mana acara bisa sukses seperti tahun kemarin?
Simon              : sama jujur aku juga bingung, masa gara – gara masalah sepele akhirnya kita gagal tampil padahal kita sudah latihan cukup lama.
TIBA – TIBA YUDI MUNCUL KARENA MENDENGARKAN PEMBICARAAN SIMON DAN LINA YANG SERU
Yudi                : wah kayaknya asyik nih, boleh aku gabung. ( sambil menaik turunkan alisnya )
Simon              : gini yud, waktu yang kita miliki tuk latihan dan membahas masalah dana cumin tinggal 2 minggu lagi, sementara kostum, make up, serta seting background kita belum punya, bingung aku memikirkan.nya
Yudi                : oh cuman masalah itu?
Lina                 : masalah sedemikian gawat kau bilang cumin. Kau ini udah gila apa idiot sih yud?( sambil membentak )
SUASANA MEMANAS ANTARA YUDI DAN LINA, SEMENTARA SIMON BERUSAHA MENENGAHI.
Simon              : udah – udah gini aja kok rebut, yang penting bagaimana caranya agar beny dan jeffry itu bisa berdamai.
Lina                 : maafin aku ya yud, aku terbawa emosi (sambil menunjukkan raut muka menyesal)
Yudi                : ya sudah ga papa, tapi lain kali mulutnya di jaga kalo ngomong ya!( dengan nada sedikit membentak ). Gini aja menurut yang aku tahu benny sama jeffry mereka sedang bersaing memperebutkan hati indah. Bagaimana kalo mereka diminta untuk sementara waktu melupakan perselisihan mereka.
Simon              : bah, ga mungkin tu terjadi.setolol – tololnya orang ketika dah jatuh cinta pasti otaknya akan cemerlang. Jadi kesimpulannya ga mungkinlah mereka melupakan sejenak. ( sambil tertawa kecil ).
Lina                 : terus gimana donk biyar mereka bisa bersatu lagi?
Yudi                : gini aja ajak mereka berdua kerumah indah, biar indah tahu perasaan mereka, dan biar cepat selesai masalah ini.
Simon              : wah itu ide yang cemerlang, tumben otak kau cerdas yud.
Lina                 : tapi kapan waktu yang tepat untuk membicarakan ini semua sama mereka berdua, lagi pula kita juga belum tahu jadual kuliah si indah kapan liburnya.
Yudi                : makanya kita bagi tugas bagaimana? Setuju !
SIMON DAN LINA MENJAWAB DENGAN KOMPAK SETUJU.
Yudi                : lina aku serahi untuk mengubungi indah dan mengatur kapan waktu yang tepat, sedangkan aku sama simon membujuk benny dan jeffry agar mau bertemu dengan uindah dan mengungkapkan perasaan mereka masing – masing.
Lina                 : ok! Ya udah waktu sudah semakin sore aku tak pulang dulu ya. ( sambil berjalan pelan – pelan lalau OUT )
YUDI DAN SIMON PUN BERJALAN DENGAN PELAN – PELAN SAMNBIL SESEKALI BERGURAU UNTUK MENGHILANGKAN KEBOSANAN SAAT LATIHAN HINGGA AKHIRNYA OUT, DITANDAI LAMPU YANG MUALI MATI DENGAN PERLAHAN
BABAK 2
Adegan I
HARI INI KEMBALI  LATIHAN,LAMPU MULAI MENYALA TERLIHAT JEFFRY KURANG BERSEMANGAT. HAL INI MEMBUAT TEMAN – TEMAN YANG LAIN JADI KURANG BERSEMANGAT MALAH CENDERUNG LEBIH BANYAK NGOBROL KETIMBANG LATIHAN. 
Nathan            : bagaimana bisa sukses jeff kalo kamu nggak bersemangat gitru?
Jeffry               : bukan urusan lo than.  Gw lagi males aja, lagi bad mood.
Natahan           : ga bisa gitu donk jeff, jangan nyamp[e masalah pribadi lo ma benny jadi mbikin ancur pertunjukkan besok.
Jeffry               : halah bukan urusanmu ( bangkit dari duduk lalu pergi meninggalkan Nathan )!
Nathan            : heh mau kemana lo.( dengan sedikit kesal )
TIBA – TIBA SIMON DAN YUDI DATANG MENGHAMPIRI NATHAN.
Simon              : mon lo tau g keman sijeffry, dari dari aku cari tapi dia nggak kelihatan.
Nathan            : tadi dia si disini,terus keluar ngga tahu mu kemana?
Yudi                : wah gawat nih mon ( sedikit cemas ), gimana kalo kita cari beny dulu.
Simon              : okey deh ayo cepetan.
YUDI DAN SIMON PUN MENINGGALKAN NATHAAN SENDIRIAN DENGAN TERBURU – BURU, LALU NATHAN PUN IKUT BERJALAN PENUH DENGAN KEBINGUNGAN.LAMPU PERLAHAN – LAHAN MULAI MATI.

BABAK III
ADEGAN I
TAMPAK KESIBUKAN DIKANTOR KOMOSI KESENIAN. TERLIHAT LINA SEDANG MEMIKIRKAN BAGAIMANA LALASAN YANG TEPAT UNTUK MENEMUI INDAH AGAR INDAH MAU MENEMUI JEFFRY DAN BENNY. KEMUDIAN DENGAN SEDIKIT TERGESA – GESA SIMON DAN YUDI DATANG MANGHAMPIRI LINA.
Simon              : lin benny ada didalam?
Lina                 : ada si didalam.
YUDI YANG MASIH MENGATUR NAFAS LANGSUNG MELONTARKAN PERTANYAAN
Yudi                : lin gimana udah ketemu cara agar indah mau menemui jeffry dan benny?
Lina                 : tu makanya aku masih bingung, apa indah udah tahu apa belom masalah ini.
Simon              : aku tak masuk menemui sibenny dulu ya.
Yudi                : ya udah nanti aku menyusul.
SIMON PERGI KERUANGAN BENNY DENGAN LANGKAH PENUH KEYAKINAAN.( SAMBIL MULAI MENGHILANG KELUAR ). SEMENTARA YUDI DAN LINA MASIH MENCARI CARA TENTANG BAGAIMANA CARANYA AGAR INDAH MAU MENEMUI BENNY DAN JEFFRY.
Yudi              : gimana kalo kamu janjian mau kerumah indah bareng ma anak – anak. Atau kalo nggak kita ketemuan dicaffe yang  biasa buat kita nongkrong?
Lina                 : wah ide bagus tu yud. Sebentar ya aku tak SMS indah dulu.
Yudi                : ok deh.
BENNY DAN SIMON KELUAR DARI RUANGAN BENNY. TAMPAK WAJAH SIMON BERSERI – SERI, SEPERTINYA BENNY MAU MENERIMA USUL SIMON. KEMUDIAN SIMON MEMBERIKAN KODE PADA YUDI DENGAN MENGERLINGKAN MATA KANANNYA. YUDI PUN MEMBALAS DENGAN ANGGUKKAN.
Yudi                : hai benn, gimana kabarnya tamabah sehat aja ( basa – basi )
Benny              : ya beginilah, kapan aku bisa bertemu dengan indah dan sijeffry. Jujur aku pengen masalah ini segera berakhir. Aku nggak pingin masalah aku dan jeffry menggagalkan rencana kita untuk tamipl pada saat 17an.
Lina                 : indah bisa ketemu ama kita kapanpun kita mau.
Yudi                : wah bagus kalo gitu, tapi kita belum tahu bagaimana tanggapan sijeffry apa dia mau apa tidak (sambil mengerutkan sebagian mukanya ).
Simon              : ya udah kita cari jefrry aja dulu (sambut simon dengan penuh semangat ).
ADEGAN II
YUDI DAN SIMON KEMUDIAN PERGI MENCARI JEFFRY KEMUDIAN DISUSUL OLEH BENNY YANG KEBETULAN ADA URUSAN DILUAR. TINGAGLLAH LINA SEORANG DIRI, SAMBIL TERUS MEMENCET KEYPAD HAND PHONNYA. TIBA – TIBA LINA KAGET DENGAN KEDATANGAN JEFFRY.
Jeffry               : hey lin, si bennynya ada apa nggak?
Lina                 : wah baru aja dia keluar, katanya si ada urusan sebentar. Paling  bentar lagi dia pulang. Mang ada apa?
Jeffry               : ngga aku cuman mau ngejelasin tentang masalah pengunduran diriku dari acara 17an tahun ini.
Lina                 : jeff, aku dah tahu apa alasan kamu mengapa kamu pengin meninggalkan acara kita. Aku harap kamu dapat berfikir dewasa.
Jeffry               : ya si aku juga ngrasa kayak gitu.
Lina                 : jeff, besok ada acara nggak?
Jeffry               : mang ada acara apaan?
Lina                 : nggak kok anak – anak cuman mau makan dicafe biasa. Mau pa nggak?
Jeffry               : bolehlah aku ikut. Jam berapa besok?
Linna               : ya biasa jam setengah delapanan.
Jeffry               : ok deh! Aku pergi dulu ya.
Lina                 : ya udah, sampai ketemu besok ya.
SAMBIL MENINGGALKAN LINA DENGAN WAJAH YANG LUMAYAN CERIA. MENINGGALKAN LINA SENDIRIAN YANG MASIH SIBUK DENGAN KOMPUTERNYA.
BABAK IV
ADEGAN I
LINA DATANG BERSAMA BENNY KARENA MEREKA BARU PULANG DARI KANTOR,KEMUDIAN DISUSUL INDAH YANG MASIH KELIHATAN AYU DENGAN GAUN BLUS HITAM PANJANG.KEMUDIAN MUNCULLAH SI JEFFRY, SIMON, DAN YUDI. MEREKA DUDUK DALAM SATU MEJA TAPI DARI MUKA JEFFRY TAMPAK KETEGANGAN KARENA DIA MENGHADAPI SI INDAH GADIS IMPIANNYA, DAN JUGA PESAINGNYA JEFFRY.
Simon              : hayo udah pada pesen makanan belom?
Lina                 : iya nih dah laper.
TAK BERAPA LAMA KENMUDIAN PELAYAN MUNCUL SAMBUIL MEMBAWAKKAN LEMBAR MENU MAKANAAN.
Pelayan            : mau pesan apa tuan – tuan? ( sambil menyodorkan menu makanan yang ada dicafe tersebut)
LALU MEREKA MEMESAN MAKANAAN KESUKAAN MEREKA.
Yudi                : eh gimana ndah kuliahmu ( berusaha membuka kebekuan diantara mereka)
Indah               : wah alhamdulillah bagus, kalian sendiri gimana jadi pentas kan besok? ( pura – pura nggak tahu kejadian sebenarnya ).
Simon              : ya kau lihat ndirilah apa yang terjadi dimeja makan ini.
SEMENTARA JEFRRY DAN BENNY SALING MEMBUANG MUKA PELAYAN DATANG DENGAN MEMBWAKAN PESANANA MEREKA. TANPA PIKIR PANJANG MEREKA MAKAN DENGAN LAHAP SEMUA MAKANANA YANG DIPESAN. SAMPAI MAKANAN HABIS. SETELAH ITU SIMON, YUDI, DAN LINA MENINGGALKAN MEREKA UNTUK KELUAR
ADEGAN II
TERLIHAT KEBISUAN DIMEJA NO 9, JEFFRY, BENNY, DAN INDAH MEREKA MASIH SAMA – SAMA BINGUNG MAU NGOMONG APA. INDAH  MULAI MEMBUKA PEMBICARAAN.
Indah               : kenapa sih kok kalian saling diam gitu, padahal pentas tinggal sebentar lagi.
Beny                : ya jeff, aku mau minta maaf kalo emang aku punya salah sama kamu!
Jeffry               : dah lah nggak usah minta maaf, nggak ada yang salah kok. Cumin waktu aja yang kurang tepat tuk kita benn.
Indah               : lina udah nyeritain ke aku tentang masalah ini, gara – gara aku pentas kalian terancam gagal.
Jeffry               : nggak kok lin, bukan salah kamu. Tu semua cumin salah aku. Aku yang nggak tahu diri ini.
Benny              : nggak jeff, aku juga salah telah menghalangi dirimu untuk mendapatkan cintamu, ndah.
Indah               : kalian semua nggak salah, kan jatuh cintya itu wajar buat siapa saja sebagai manusia yang normal. Tapi akau harap kalian sekarang berkonsentrasi dulu tentang pertunjukkan yang waktunya tinggal beberapa hari lagi.
Jeffry               : ok! Ndah kalo itu mau kamu.
Indah               : tapi jeff, aku harap jangan gara – gara aku kamu jadi seperti ini karma akan percuma kalo kamu nggak ikhlas.
Jeffry               : ya ……
Indah               : kamu juga ben, aku harap kamu bekerja sama dengan jeffry demi suksesnya acara 17an besok.
Benny              : ok non!
Indah               ; wah kayaknya udah malam pulang yuk?
MEREKA MULAI KELUAR DENGAN PELAN – PELAN, SAMBIL MELANJUTKAN PEMBICARAAN ( FADE OUT )


BABAK V
  ADEGAN I
PEMENTASAN DRAMA SUDAH TIBA, TERLIHAT KESIBUKKAN DIBELAKANG PANGGUNG. PENTAS KALI INI SUNGGUH BERBEDA DARI PENTAS – PENTAS TAHUN BIASANYA.SAMPAI AKHIRNYA PENTAS SELESAI. INDAH PUN BERUSAHA MASUK KE BELAKANG PANGGUNG .
Indah               : selamat ya, penampilan kalian sungguh sangat bagus.
MEREKA PUN MENJAWAB DENGAN KOMPAK DAN WAJAH BERSERI – SERI TERIMAKASIH.
Jeffry               : makasih ya ndah kau telah meluangkan waktunya.
Indah               : sama – sama jeff, eh benny dimana aku mo ngomong sama kalian berdua.
TIBA – TIBA BENNY DATANG.
Benny              : jeff, bagus banget
Jeffry               : makasih ya.
Indah               : berhubung kalian udah kumpul aku mau ngomong kalo aku sebenarnya dah punya tunangan namanya brenky di sedang kuliah AS. Makanya aku harap mulai saat ini kalian jangan bermusuhan lagi y. aku nggak mau kalian rebut gara – gara aku.
DENGAN WAJAH LUSUH MEREKA MENJAWAB BAIKLAH KITA NGGAK BERTENGKAR LAGI. BENNY, JEFFRY, INDAH, DAN PARA PEMAIN MULAI MENINGGALKAN PANGGUNG DIIRINGI DENGAN LAMPU YANG MULAI REDUP.
SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar