Elegi Cinta
Para pelaku :
1.
Jeffry
2.
Benny
3.
Dewi
4.
Lina
5.
Simon
6.
Yudi
7.
Indah
8.
Nathan
Seting:
sebuah sanggar latihan drama lengkap dengan peralatan
BABAK I
ADEGAN I
SUASANA RUANG LATIHAN SANGGAR DRAMA. BEBERAPA
PEMAIN NAMPAK SEDANG BERKUMPUL. ADA YANG MENGELUH, ADA YANG SEDANG MELAMUN, ADA
YANG MARAH - MARAH ADA YANG SEDANG BERBINCANG-BINCANG DENGAN SERIUS.
TIBA - TIBA MASUK DARI SEBELAH KANAN PANGGUNG
SEORANG PEMUDA YANG BERNAMA JEFFRY. PEMUDA LAIN SEGERA MENGHAMPIRINYA.
Dewi :
Gimana Jef, hasilnya ?
Jeffry : ( terdiam )
Yudi : Iya Jef... Bagaimana ?? Ada
kemajuan engga nich ??
Jeffry : Entahlah. Malas aku
membicarakannya.
Yudi : Loh, Koq begitu jawabanmu Jef
??
Jeffry : Habis aku harus bagaimana lagi.
Sudah tidak ada lagi yang harus dibicarakan.
Dewi : Maksudmu bagaimana ??
Jeffry : Iya, tidak ada jalan lagi. Semua
cara sudah dicoba
Dewi : Jadi maksudmu................
Jeffry : Ya seperti yang aku bilang
tadi....
Nathan :
Sudahlah. Tidak perlu terlalu di besar - besarkan. Toch kita pun tahu bagaimana
mereka. Sebaiknya kita mengalah saja. Untuk kepentingan kita juga.
Simon : Tunggu dulu. Mengalah bagaimana maksudmu.
Coba tolong jelaskan.
Nathan :
Ya.. Maksudku, kalau kita tetap berkeraspun tidak ada gunanya. Malah merugikan
kita.
Simon :
Tidak bisa. Aku tetap tidak bisa menerima sikapnya. Kita harus berpegang pada
prinsip kita. Iya toch. Iya Toch
Dewi : Lalu kita harus bagaimana ??.
Acara 17an sudah semakin dekat.
Yudi : Benar. Waktu kita tinggal 2
minggu. Apakah kita tinggal diam saja ?
Jeffry :
Ya.. terserah kalian sajalah. Aku sebagai ketua sanggar ini sudah tidak
berminat lagi untuk meneruskan proyek ini
Simon : Bah! Bicaramu
macam orang hilang harapan saja. Biar bagaimanapun, proyek ini harus tetap kita
laksanakan.
Jeffry : Ya kau hadapilah mereka - mereka
itu.
Simon : Akh. Kau
macam tak kenal aku saja. Kalau aku yang hadapi mereka, bisa - bisa terjadi
keributan besar.
Jeffry : Nach,
kau sendiri tahukan bagaimana kalau berurusan dengan mereka. Pokoknya aku sudah
memutuskan untuk keluar dari proyek ini.
Dewi : Jangan
gitu , Jeff. Kita kan sudah lama merencanakan proyek ini. Masa mau dibubarkan
begitu saja ??
Nathan : Aku
sependapat dengan Dewi. Sebaiknya kita jangan terburu - buru mengambil
keputusan. Sebaiknya kita pikirkan dulu baik - baik.
Jeffry : Apalagi
yang harus dipikirkan ? Semuanya sudah jelas. Mereka tetap bersikeras dengan
pendapat mereka.
Yudi : Ya sudahlah
kalau begitu. Kita tunda dulu latihan kita sampai keadaan kita memungkinkan.
Bagaimana ?
Dewi : Ya... aku sih setuju-setuju
saja.
Simon : Ach...aku
tetap tidak setuju. Tapi.... kalau kalian memutuskan seperti itu, aku terpaksa
ikut sajalah. Kau sendiri bagaimana ,Nathan ?
Nathan : Ya. Aku
rasa untuk sementara ,ini merupakan keputusan yang terbaik. Bukan begitu , Jeff
?
Jeffry : Oke, aku setuju !
Dewi : So, kapan kita kumpul lagi ?
Jefry : Nanti aku hubungi kalian. Sekarang kalian boleh
pulang dulu.
LALU MEREKA MEMBERESKAN TEMPAT LATIHAN . LAMPU BLACK OUT SLOWLY.
JEFFRY DUDUK TERMENUNG. LALU MENGELUARKAN SEPUCUK SURAT DARI SAKUNYA. FULL
BLACK OUT.
ADEGAN II
JEFFRY DUDUK SEORANG DIRI. CAHAYA REDUP. MUSIK MENGALUN DENGAN
NADA-NADA MISTIRIUS. DI TANGAN JEFFRY TERDAPAT SEPUCUK SURAT. LALU MUNCUL LINA
SEKRETARIS KOMISI KESENIAN.
Lina : Jeff,
aku sungguh kecewa dengan sikapmu dalam rapat tadi. Sikapmu betul-betul tidak
dewasa.
Jeffry : Lho ! Memang aku tidak boleh menyampaikan pendapatku
?
Lina : Ya..... Tapi seharusnya sikapmu tidak begitu .
Jeffry : Jadi kau
membelanya ? Percuma saja selama ini aku mempercayaimu. Apakah karena kau
sebagai sekretaris komisi kesenian, lalu kau mati-matian membelanya.
Lina : Aku tidak membela siapa-siapa.
Jeffry : Lalu apa maksud kata-katamu tadi ?!!
Lina : Aku cuma
ingin menyatakan ketidakpuasanku terhadap sikapmu tadi. Kalau kau tidak bisa
menerimanya ya sudah . Tidak usah kita bicarakan lagi. Kau memang selalu mau
menang sendiri.
Jeffry : Lina ! kau jangan menuduh aku sembarangan !
Lina : Aku tidak menuduhmu. aku hanya bicara kenyataan.
Jeffry : Sudahlah. Kau memang selalu maunya memojokkan aku
saja.
Lina : Bukan
begitu,Jeff. Aku tidak bermaksud memojokkanmu. aku hanya berharap supaya
masalah ini dapat dibicarakan dengan baik-baik antara kau sebagai ketua sanggar
drama dengan pihak komisi kesenian, khususnya dengan Benny.
Jeffry : Aku rasa
sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan dengannya. Bukankah semua itu sudah
jelas seperti matahari di siang bolong. Aku dianggap tidak mampu mengurus
sanggar.
Lina : Lho, Memangnya si Benny bicara
apa padamu ?
Jeffry :
Ah....sudahlah. Aku sudah bosan menjelaskannya pada semua orang. toh semuanya
sudah tahu duduk perkaranya. si Benny itu memang mau menjatuhkan diriku.
Lina : Aku rasa
kamu terlalu terbawa oleh emosi. Coba tenangkan dirimu dulu,Jeff. Belun tentu
Benny bermaksud demikian.
Jeffry : Lina ! Aku heran dengan sikapmu itu. Kau selalu
membelanya. Sepertinya.....
Lina : Jeff....! Sebenarnya aku.........
Jeffry : Ah,
sudahlah !! Aku mau pulang. Masih banyak urusan yang harus ku selesaikan.(
langsung meninggalkan Lina)
Lina : Jeff....Jeffry !! Dengarkan dulu.....!!
BLACK
OUT.
ADEGAN
III
LINA MASIH BERDIRI TERMANGGU-MANGGU. BENNY MASUK.
Benny : Hei,non ! Lagi ngapain ? Koq bengong saja !
Lina : Benny ! bikin kaget orang saja ! Aku lagi
bingung,nih .....
Benny : Bingung kenapa ?
Lina : Aku tidak tahu, Ben. Aku bingung dengan sikap
Jeffry.
Benny : Jeffry
lagi, Jeffry lagi...., kenapa sih kita harus selalu membicarakannya. Mengapa
tidak lebih baik membicarakan tentang kita...
Lina : Tentang kita.....? (TERHERAN-HERAN) Tentang kita
bagaimana....?
Benny : Yaaah.... (BERHATI-HATI) tentang persahabatan kita,
tentang....
Lina : Ah,
Benny, Benny.... ternyata kau masih saja egois. Yang kau pikirkan cuma diri
sendiri....
Benny : Maksudmu, egois bagaimana?
Lina : Coba kau
pikir... 17an tinggal dua minggu lagi, Jeffry mengundurkan diri, semua rencana
pementasan 17an menjadi berantakan, hanya gara-gara kau dan Jeffry tidak
sepaham. Seharusnya kau segera mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah
ini , tapi ini.... malah bicara tentang kitalah, tentang....
TIBA –
TIBA DEWI MUNCUL
Dewi : Eh, si Benny ! sedang apa kau, Ben ?
Benny : Ah, tidak. Aku sedang membicarakan soal 17an dengan
Lina.
Dewi : Oh,
begitu. Tapi bukankah sanggar kami sudah mengundurkan diri dari acara 17an ?
Benny : Ah,masa ?
! Lin, bukankah kau tadi mengatakan hanya si Jeffry yang mengundurkan diri dari
acara 17an dan bukan seluruh anggota sanggar drama .
Lina : Memang
begitu kenyataannya. Kalau masalah seluruh anggota sanggar mengundurkan diri
dari acara 17an, aku kurang begitu tahu.
Benny : (Bingung)
Huh ! Aku sudah duga. Memang si Jeffry itu orang yang tidak bertanggung jawab.
Lina : Jangan
berprasangka buruk dulu, Ben! Kita harus menyelidiki terlebih dulu, mengapa si
Jeffry sampai bersikap seperti itu?
Benny : Alaaah...
buat apa kita buang-buang waktu. Sudah jelas-jelas dalam rapat yang lalu, ia
sendiri yang mengajukan pengunduran diri.
Lina : Tapi, sikapmu itu, Ben.. Sikapmu itu terlalu memaksa!
Benny : Memaksa....?? Memaksa bagaimana?!
Dewi : Lho, lho,
memangnya ada apa sih? Kok kelihatannya gawat betul? Setahuku sih, Jeffry
memang sudah tidak berminat dari mulanya, karena ada kesibukan kantor yang
tidak bisa ditinggalkan....
Lina : Kok kamu tahu, Wi?
Dewi : Eh...eh..,
(lihat arloji) aduh, sorry nih... aku harus segera pulang... sudah janji dengan
Mama mau ke Citra land... yuk, Wi, Ben... (OUT TERBURU-BURU).
.Benny : Oke... aku juga sudah lapar nih. Ayo, Lin, pulang
sama-sama!
Lina : Tidak usah, Ben. Aku masih ada urusan lain.
Benny :
Oke deh kalau begitu. Sampai jumpa pada rapat hari Minggu.
ADEGAN IV
SIMON
MENGHAMPIRI LINA YANG SEDANG DUDUK TERMANGU MEMIKIRKAN BAGAIMANA CARANYA
MENDAMAIKAN JEFFRI DAN BENNY.
.Simon : sedang apa kau lin? Memikirkan aku y?
Lina : ( kaget ) huh PD banget sih.
Simon : habis kalo nggak mikirin aku mikirin sapa dong?
Lina : gini
Mon, aku bingung sama beny dan jeffry. Sampai kapan mereka akan terus
berselisih paham seperti ini. Padahal acara tinggal dua minggu lagi. Bagai mana
acara bisa sukses seperti tahun kemarin?
Simon : sama jujur
aku juga bingung, masa gara – gara masalah sepele akhirnya kita gagal tampil
padahal kita sudah latihan cukup lama.
TIBA –
TIBA YUDI MUNCUL KARENA MENDENGARKAN PEMBICARAAN SIMON DAN LINA YANG SERU
Yudi : wah kayaknya asyik nih, boleh
aku gabung. ( sambil menaik turunkan alisnya )
Simon : gini yud, waktu yang kita miliki
tuk latihan dan membahas masalah dana cumin tinggal 2 minggu lagi, sementara
kostum, make up, serta seting background kita belum punya, bingung aku
memikirkan.nya
Yudi : oh cuman masalah itu?
Lina : masalah sedemikian gawat kau
bilang cumin. Kau ini udah gila apa idiot sih yud?( sambil membentak )
SUASANA MEMANAS ANTARA YUDI DAN LINA, SEMENTARA SIMON BERUSAHA
MENENGAHI.
Simon : udah – udah gini aja kok rebut,
yang penting bagaimana caranya agar beny dan jeffry itu bisa berdamai.
Lina : maafin aku ya yud, aku terbawa
emosi (sambil menunjukkan raut muka menyesal)
Yudi : ya sudah ga papa, tapi lain
kali mulutnya di jaga kalo ngomong ya!( dengan nada sedikit membentak ). Gini
aja menurut yang aku tahu benny sama jeffry mereka sedang bersaing
memperebutkan hati indah. Bagaimana kalo mereka diminta untuk sementara waktu
melupakan perselisihan mereka.
Simon : bah, ga mungkin tu
terjadi.setolol – tololnya orang ketika dah jatuh cinta pasti otaknya akan
cemerlang. Jadi kesimpulannya ga mungkinlah mereka melupakan sejenak. ( sambil
tertawa kecil ).
Lina : terus gimana donk biyar mereka
bisa bersatu lagi?
Yudi : gini aja ajak mereka berdua
kerumah indah, biar indah tahu perasaan mereka, dan biar cepat selesai masalah
ini.
Simon : wah itu ide yang cemerlang,
tumben otak kau cerdas yud.
Lina : tapi kapan waktu yang tepat
untuk membicarakan ini semua sama mereka berdua, lagi pula kita juga belum tahu
jadual kuliah si indah kapan liburnya.
Yudi : makanya kita bagi tugas
bagaimana? Setuju !
SIMON DAN LINA MENJAWAB DENGAN KOMPAK SETUJU.
Yudi : lina aku serahi untuk
mengubungi indah dan mengatur kapan waktu yang tepat, sedangkan aku sama simon
membujuk benny dan jeffry agar mau bertemu dengan uindah dan mengungkapkan
perasaan mereka masing – masing.
Lina : ok! Ya udah waktu sudah
semakin sore aku tak pulang dulu ya. ( sambil berjalan pelan – pelan lalau OUT
)
YUDI DAN SIMON PUN BERJALAN DENGAN PELAN – PELAN SAMNBIL SESEKALI
BERGURAU UNTUK MENGHILANGKAN KEBOSANAN SAAT LATIHAN HINGGA AKHIRNYA OUT,
DITANDAI LAMPU YANG MUALI MATI DENGAN PERLAHAN
BABAK
2
Adegan
I
HARI INI KEMBALI LATIHAN,LAMPU
MULAI MENYALA TERLIHAT JEFFRY KURANG BERSEMANGAT. HAL INI MEMBUAT TEMAN – TEMAN
YANG LAIN JADI KURANG BERSEMANGAT MALAH CENDERUNG LEBIH BANYAK NGOBROL
KETIMBANG LATIHAN.
Nathan : bagaimana
bisa sukses jeff kalo kamu nggak bersemangat gitru?
Jeffry : bukan urusan lo than. Gw lagi males aja, lagi bad mood.
Natahan : ga bisa gitu donk jeff, jangan
nyamp[e masalah pribadi lo ma benny jadi mbikin ancur pertunjukkan besok.
Jeffry : halah bukan urusanmu ( bangkit
dari duduk lalu pergi meninggalkan Nathan )!
Nathan : heh mau kemana lo.( dengan sedikit
kesal )
TIBA – TIBA SIMON DAN YUDI DATANG MENGHAMPIRI NATHAN.
Simon : mon lo tau g keman sijeffry, dari
dari aku cari tapi dia nggak kelihatan.
Nathan : tadi dia si disini,terus keluar
ngga tahu mu kemana?
Yudi : wah gawat nih mon ( sedikit
cemas ), gimana kalo kita cari beny dulu.
Simon : okey deh ayo cepetan.
YUDI DAN SIMON PUN MENINGGALKAN NATHAAN SENDIRIAN DENGAN TERBURU –
BURU, LALU NATHAN PUN IKUT BERJALAN PENUH DENGAN KEBINGUNGAN.LAMPU PERLAHAN –
LAHAN MULAI MATI.
BABAK
III
ADEGAN I
TAMPAK
KESIBUKAN DIKANTOR KOMOSI KESENIAN. TERLIHAT LINA SEDANG MEMIKIRKAN BAGAIMANA
LALASAN YANG TEPAT UNTUK MENEMUI INDAH AGAR INDAH MAU MENEMUI JEFFRY DAN BENNY.
KEMUDIAN DENGAN SEDIKIT TERGESA – GESA SIMON DAN YUDI DATANG MANGHAMPIRI LINA.
Simon : lin benny ada didalam?
Lina : ada si didalam.
YUDI YANG
MASIH MENGATUR NAFAS LANGSUNG MELONTARKAN PERTANYAAN
Yudi : lin gimana udah ketemu cara agar indah mau menemui
jeffry dan benny?
Lina : tu makanya aku masih bingung, apa indah udah tahu apa
belom masalah ini.
Simon :
aku tak masuk menemui sibenny dulu ya.
Yudi : ya udah nanti aku menyusul.
SIMON PERGI
KERUANGAN BENNY DENGAN LANGKAH PENUH KEYAKINAAN.( SAMBIL MULAI MENGHILANG
KELUAR ). SEMENTARA YUDI DAN LINA MASIH MENCARI CARA TENTANG BAGAIMANA CARANYA
AGAR INDAH MAU MENEMUI BENNY DAN JEFFRY.
Yudi : gimana kalo kamu janjian mau
kerumah indah bareng ma anak – anak. Atau kalo nggak kita ketemuan dicaffe
yang biasa buat kita nongkrong?
Lina : wah ide bagus tu yud. Sebentar ya aku tak SMS indah
dulu.
Yudi : ok deh.
BENNY DAN
SIMON KELUAR DARI RUANGAN BENNY. TAMPAK WAJAH SIMON BERSERI – SERI, SEPERTINYA
BENNY MAU MENERIMA USUL SIMON. KEMUDIAN SIMON MEMBERIKAN KODE PADA YUDI DENGAN
MENGERLINGKAN MATA KANANNYA. YUDI PUN MEMBALAS DENGAN ANGGUKKAN.
Yudi : hai benn, gimana kabarnya tamabah sehat aja ( basa –
basi )
Benny : ya beginilah, kapan aku bisa
bertemu dengan indah dan sijeffry. Jujur aku pengen masalah ini segera
berakhir. Aku nggak pingin masalah aku dan jeffry menggagalkan rencana kita
untuk tamipl pada saat 17an.
Lina : indah bisa ketemu ama kita kapanpun kita mau.
Yudi : wah bagus kalo gitu, tapi kita
belum tahu bagaimana tanggapan sijeffry apa dia mau apa tidak (sambil
mengerutkan sebagian mukanya ).
Simon : ya udah kita cari jefrry aja dulu (sambut simon dengan
penuh semangat ).
ADEGAN II
YUDI DAN
SIMON KEMUDIAN PERGI MENCARI JEFFRY KEMUDIAN DISUSUL OLEH BENNY YANG KEBETULAN
ADA URUSAN DILUAR. TINGAGLLAH LINA SEORANG DIRI, SAMBIL TERUS MEMENCET KEYPAD
HAND PHONNYA. TIBA – TIBA LINA KAGET DENGAN KEDATANGAN JEFFRY.
Jeffry : hey lin, si bennynya ada apa nggak?
Lina : wah baru aja dia keluar,
katanya si ada urusan sebentar. Paling
bentar lagi dia pulang. Mang ada apa?
Jeffry : ngga aku cuman mau ngejelasin
tentang masalah pengunduran diriku dari acara 17an tahun ini.
Lina : jeff, aku dah tahu apa alasan
kamu mengapa kamu pengin meninggalkan acara kita. Aku harap kamu dapat berfikir
dewasa.
Jeffry : ya si aku juga ngrasa kayak gitu.
Lina : jeff, besok ada acara nggak?
Jeffry : mang ada acara apaan?
Lina : nggak kok anak – anak cuman mau makan dicafe biasa.
Mau pa nggak?
Jeffry : bolehlah aku ikut. Jam berapa besok?
Linna : ya biasa jam setengah delapanan.
Jeffry : ok deh! Aku pergi dulu ya.
Lina : ya udah, sampai ketemu besok ya.
SAMBIL
MENINGGALKAN LINA DENGAN WAJAH YANG LUMAYAN CERIA. MENINGGALKAN LINA SENDIRIAN
YANG MASIH SIBUK DENGAN KOMPUTERNYA.
BABAK IV
ADEGAN I
LINA DATANG
BERSAMA BENNY KARENA MEREKA BARU PULANG DARI KANTOR,KEMUDIAN DISUSUL INDAH YANG
MASIH KELIHATAN AYU DENGAN GAUN BLUS HITAM PANJANG.KEMUDIAN MUNCULLAH SI
JEFFRY, SIMON, DAN YUDI. MEREKA DUDUK DALAM SATU MEJA TAPI DARI MUKA JEFFRY
TAMPAK KETEGANGAN KARENA DIA MENGHADAPI SI INDAH GADIS IMPIANNYA, DAN JUGA
PESAINGNYA JEFFRY.
Simon : hayo udah pada pesen makanan belom?
Lina : iya nih dah laper.
TAK BERAPA
LAMA KENMUDIAN PELAYAN MUNCUL SAMBUIL MEMBAWAKKAN LEMBAR MENU MAKANAAN.
Pelayan : mau pesan apa tuan – tuan? ( sambil
menyodorkan menu makanan yang ada dicafe tersebut)
LALU MEREKA MEMESAN MAKANAAN
KESUKAAN MEREKA.
Yudi : eh gimana ndah kuliahmu ( berusaha membuka kebekuan
diantara mereka)
Indah : wah alhamdulillah bagus, kalian
sendiri gimana jadi pentas kan besok? ( pura – pura nggak tahu kejadian
sebenarnya ).
Simon : ya kau lihat ndirilah apa yang terjadi dimeja makan
ini.
SEMENTARA
JEFRRY DAN BENNY SALING MEMBUANG MUKA PELAYAN DATANG DENGAN MEMBWAKAN PESANANA
MEREKA. TANPA PIKIR PANJANG MEREKA MAKAN DENGAN LAHAP SEMUA MAKANANA YANG
DIPESAN. SAMPAI MAKANAN HABIS. SETELAH ITU SIMON, YUDI, DAN LINA MENINGGALKAN
MEREKA UNTUK KELUAR
ADEGAN II
TERLIHAT
KEBISUAN DIMEJA NO 9, JEFFRY, BENNY, DAN INDAH MEREKA MASIH SAMA – SAMA BINGUNG
MAU NGOMONG APA. INDAH MULAI MEMBUKA
PEMBICARAAN.
Indah : kenapa sih kok kalian saling diam gitu, padahal
pentas tinggal sebentar lagi.
Beny : ya jeff, aku mau minta maaf kalo emang aku punya
salah sama kamu!
Jeffry : dah lah nggak usah minta maaf,
nggak ada yang salah kok. Cumin waktu aja yang kurang tepat tuk kita benn.
Indah : lina udah nyeritain ke aku
tentang masalah ini, gara – gara aku pentas kalian terancam gagal.
Jeffry : nggak kok lin, bukan salah kamu.
Tu semua cumin salah aku. Aku yang nggak tahu diri ini.
Benny : nggak jeff, aku juga salah telah
menghalangi dirimu untuk mendapatkan cintamu, ndah.
Indah : kalian semua nggak salah, kan
jatuh cintya itu wajar buat siapa saja sebagai manusia yang normal. Tapi akau
harap kalian sekarang berkonsentrasi dulu tentang pertunjukkan yang waktunya
tinggal beberapa hari lagi.
Jeffry : ok! Ndah kalo itu mau kamu.
Indah : tapi jeff, aku harap jangan gara
– gara aku kamu jadi seperti ini karma akan percuma kalo kamu nggak ikhlas.
Jeffry : ya ……
Indah : kamu juga ben, aku harap kamu
bekerja sama dengan jeffry demi suksesnya acara 17an besok.
Benny : ok non!
Indah ; wah kayaknya udah malam pulang yuk?
MEREKA MULAI
KELUAR DENGAN PELAN – PELAN, SAMBIL MELANJUTKAN PEMBICARAAN ( FADE OUT )
BABAK V
ADEGAN
I
PEMENTASAN
DRAMA SUDAH TIBA, TERLIHAT KESIBUKKAN DIBELAKANG PANGGUNG. PENTAS KALI INI
SUNGGUH BERBEDA DARI PENTAS – PENTAS TAHUN BIASANYA.SAMPAI AKHIRNYA PENTAS
SELESAI. INDAH PUN BERUSAHA MASUK KE BELAKANG PANGGUNG .
Indah : selamat ya, penampilan kalian sungguh sangat bagus.
MEREKA PUN
MENJAWAB DENGAN KOMPAK DAN WAJAH BERSERI – SERI TERIMAKASIH.
Jeffry : makasih ya ndah kau telah meluangkan waktunya.
Indah : sama – sama jeff, eh benny dimana aku mo ngomong sama
kalian berdua.
TIBA – TIBA BENNY DATANG.
Benny : jeff, bagus banget
Jeffry : makasih ya.
Indah : berhubung kalian udah kumpul aku
mau ngomong kalo aku sebenarnya dah punya tunangan namanya brenky di sedang
kuliah AS. Makanya aku harap mulai saat ini kalian jangan bermusuhan lagi y.
aku nggak mau kalian rebut gara – gara aku.
DENGAN WAJAH
LUSUH MEREKA MENJAWAB BAIKLAH KITA NGGAK BERTENGKAR LAGI. BENNY, JEFFRY, INDAH,
DAN PARA PEMAIN MULAI MENINGGALKAN PANGGUNG DIIRINGI DENGAN LAMPU YANG MULAI
REDUP.
SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar